Tips Pilih Hotel Saat Bepergian

Bagaimana Anda memilih hotel saat bepergian? Yang penting murah? Jangan pernah meremehkan tempat Anda beristirahat malam, terutama ketika sedang liburan atau dalam perjalanan bisnis. Berikut ini sejumlah tips yang perlu diperhatikan saat memilih dan menginap di hotel.

Kekuatan pilihan

Pilih hotel yang tepat merupakan separuh dari pertempuran. Banyak orang hanya butuh beberapa menit untuk mengamati kamar hotel, patokannya seringkali hanya harga yang paling murah. Meski harga merupakan pertimbangan umum, ingat bahwa semua hotel ingin kamarnya penuh dan pengelola hotel akan berjuang untuk memenuhi kamar-kamarnya setiap malam. Jadi, jangan sampai terjebak.

Untuk memperoleh hasil terbaik, pesanlah kamar terlebih dahulu melalui biro perjalanan dan cobalah fleksibel dengan jadwal. Hotel yang target pasarnya pelaku bisnis biasanya punya tarif murah di akhir pekan yang mereka pertimbangkan sebagai off season.

Hubungi biro perjalanan, biro seperti itu bisa mengerti kebutuhan dan harapan Anda. Mereka dapat memilih hotel terbaik berdasarkan pelayanan dan kenyamanan yang tersedia, serta kedekatannya dengan pusat kota, bandar udara, restoran, dan aneka tempat hiburan.

Reservasi

Meskipun pemesanan tiket online sudah merupakan sebuah pilihan, tetap disarankan untuk memesan melalui biro perjalanan. Jika Anda memilih kontak langsung ke hotel, bisa juga tetapi harus siap dengan biaya tambahan untuk biaya telepon. Banyak hotel punya nomor bebas pulsa yang bisa dihubungi. Jika tidak ada nomor seperti itu, dan Anda harus telepon ke hotel secara langsung, sebaiknya telepon sore atau malam hari karena pagi merupakan waktu tersibuk yaitu saat para tamu check out.

Begitu kamar tersedia, dokumentasikan semua informasi tentang hotel dan rencana perjalanan untuk ditinggalkan kepada seorang teman atau tetangga jika terjadi kondisi darurat.

Jika Anda pesan kamar hotel lewat biro perjalanan, buatlah salinan konfirmasi dari reservasi yang mereka berikan kepada Anda, yang menyatakan dengan jelas informasi mengenai hotel dan tanggal kedatangan serta tanggal Anda keluar. Bawalah informasi tentang konfirmasi atau print out reservasi dari e-mail ketika Anda chek in. Hotel bisa saja tidak secara sengaja memasukan informasi reservasi yang salah atau tidak benar, maka sangat bijak jika Anda membawa semua berkas tentang reservasi itu untuk berjaga-jaga.

Keterlambatan

Tidak ada yang lebih buruk dari pada mengemudi sepanjang hari dan tiba di hotel hanya untuk mengetahui reservasi Anda sudah hangus atau tidak ada kamar yang tersedia. Kunci agar tidak pernah mengalami hal seperti ini adalah mengetahui berapa lama toleransi untuk kerterlambatan. Kebanyakan jaringan hotel akan menahan reservasi normal sampai jam enam sore. Bagi yang tiba lebih malam akan diminta menjamin pemesanan dengan memberikan nomor kartu kredit. Dengan jaminan Anda akan aman, bahkan bagi mereka yang tiba setelah tengah malam, ranjang hangat tetap menanti. Hotel berhak membatalkan reservasi yang belum dijamin. Bila Anda terlambat, telepon ke hotel dan minta mereka untuk menahan reservasi Anda sampai Anda tiba.

Tidak ada kamar

Meskipun tidak mendapat kamar karena over-booking atau kesalahan dalam reservasi, tidak usah panik dan hilang semangat. Banyak hotel akan ikut membantu mengatasi masalah itu dengan memberi tawaran untuk menginap di hotel yang masih dalam satu jaringan yang letaknya berdekatan. Jika reservasi Anda yang hangus itu dijamin, pastikan bahwa kualitas kamar di hotel yang baru sama atau lebih baik, dan Anda tidak dibebankan biaya tambahan. Hotel juga harus menanggung biaya transportasi Anda ke sana. Jika hal-hal ini tidak ditanggung, mintalah untuk bicara dengan manajer atau kontak biro perjalanan guna meminta bantuan.

Customer service penuh senyum

Sebagai konsumen yang berharga, kepuasan Anda sangat penting. Staf hotel telah dilatih bekerja dari waktu ke waktu untuk memenuhi kebutuhan Anda. Namun masalah dapat saja muncul, seperti tetangga kamar yang reseh (tidak kooperatif). Maka, cari tahulah hirarki layanan pelanggan di hotel untuk mendapat solusi yang cepat. Telepon ke biro perjalanan selalu merupakan langkah pertama yang baik, sehingga mereka bisa bicara dengan pihak hotel dan mengetahui jalan keluar dari setiap masalah. Meski sebatas pembelaan dan anjuran, biro perjalanan biasanya dapat meredakan banyak situsi sulit yang dapat memuaskan Anda dan pihak hotel.

Di hotel, petugas front desk terlatih untuk menangani persoalan tanpa melibatkan manajer. Maka, sampaikan masalah Anda secara jelas dan biarkan mereka mengatasinya. Dari sikat gigi yang kelupaan sampai relokasi kamar, petugas font desk akan menawarkan bantuan yang cepat dan langsung. Jika keluhan Anda di luar jangkau mereka, mintalah secara santun untuk bertemu dengan manajer. Para manajer lebih memahami pentingnya kesetiaan konsumen dan memiliki kewenangan untuk menawarkan diskon kepada tamu pada saat itu atau untuk masa datang. Jika tidak ada yang bisa dilakukan dengan manajer, kontaklah departemen customer service. Untuk itu, pastikan Anda menulis dengan benar nama orang dengan siapa Anda bicara, tanggal menginap, harga serta persoalan yang dihadapi.

Check in

Satu-satunya soal ketika chek ini seharusnya hanya saat di konter. Dengan pemesanan yang sudah dibuat, pihak hotel menginginkan Anda untuk menempati kamar secepatnya. Jika semua informasi telah konfirmasi, pastikan bahwa harga yang diberikan adalah harga yang sesungguhnya. Tanyakan waktu check in yang biasa dan tanyakan pertanyaan spesfik tentang area dan layanan yang diberikan. Mintalah kartu nama hotel untuk berjaga bila Anda tersesat.

Hal-hal yang mungkin Anda butuhkan

Hal-hal yang diperlukan sangat bergantung pada kebutuhan Anda, tanyakan apakah hotel menawarkan atau menyediakan hal-hal berikut:
Layanan laundery atau papan setrika dan seterika di ruangan
Pengering rambut
Voltage converters
Mesin pembuat kopi, kulkas atau perlengakapan dapur dalam kamar
Koran pagi
Makan pagi
Akses ke mesin faks, fotokapi atau printer, internet
Mini bar
Kotak penyimpanan dalam kamar (in-room safe)
Tv kabel, film atau video games
Fasilitas rekreasi
Akses telepon ke luar
Tempat parkir yang memadai
Fasitas antar jemput ke bandara atau ke tampat lain
Ranjang bayi atau kasur gulung

Tidur nyenyak – cara menginap yang aman

Keamanan merupakan prioritas bagi Anda dan pihak hotel. Begitu memasuki kawasan hotel, berhati-hati dan waspadalah. Jika Anda membawa mobil, parkirlah di tempat yang terang, dekat jalan masuk ke kamar Anda, kunci semua pintu serta simpan barang-barang berharga dalam bagasi dan tidak terlihat. Jika diberi pilihan, mintalah kamar dengan koridor jalan masuk di dalam. Saat di resepsionis mintalah penjaga menuliskan nomor kamar Anda sehingga tidak ada yang dapat mendengarnya dan simpan kunci kamar Anda secepatnya jika ada nomor kamar tercetak di atasnya.

Begitu berada di kamar, kunci pintu dengan kunci dan chain lock dan cari tahu penjelasan tentang pintu darurat yang biasanya ada di belakang pintu. Jangan buka pintu untuk siapa pun meskipun Anda sedang menunggu seorang teman atau room service, kecuali Anda mengenal orang tersebut dari suara maupun lewat lobang intip.

Check out

Setelah selesai menginap, chek out semestinya merupakan pengalaman yang menyenangkan sepanjang tidak ada kejutan, seperti barang tertinggal atau tagihan ekstra. Periksa kamar secara menyeluruh sebelum keluar, termasuk laci-laci, kloset, dan kamar mandi terutama di balik tirai shower dan di belakan pintu kamar mandi.

Banyak hotel menentukan jam check out bervariasi antara pukul 11.00 – 14.00. Jika Anda butuh tambahan waktu mintalah di awal atau Anda akan dikenakan biaya tambahan satu malam. Periksalah tagihan untuk memastikan semua biaya akurat, dan Anda menerima diskon yang pantas. Saat melakukan transaksi. mintalah tanda terima.

Tip

Setiap kota atau kawasan atau negara punya kultur atau kebiasaan berbeda tentang pemberian tip, demikian juga dengan besarnya tip. Di Amerika misalnya, tip untuk doorman yang menghentikan taksi mencapai 1-2 dollar, sekitar Rp 10.000 – 20.000, angka jadi lebih besar jika si doorman menghentikan taksi dalam cuaca buruk. Baiklah disebutkan saja siapa yang perlu diberi tip. Selain doorman yang perlu diberi tip adalah petugas housekeeping, room service, bellhop atau porter, valet, dan petugas tempat penitipan (concierge).

Akhirnya, selamat menikmati liburan berikutnya di hotel pilihan Anda .
EGP

Iklan

Agar Tetap Sehat Selama Pelesiran

Ada tiga masalah kesehatan umum para pelancong yaitu jet lag, penyakit ketinggian (altitude sickness) dan diare.

JANGAN sampai acara jalan-jalan yang telah lama Anda rancang dan nanti-nantikan jadi berantakan gara-gara masalah kesehatan yang mendadak muncul yang sesungguh bisa bisa dicegah. Maka, sangat penting untuk selalu jaga kesehatan, entah Anda di rumah atau dalam perjalanan. Namun dalam perjalanan, seperti dalam liburan keluarga atau saat tinggal sementara di luar negeri untuk keperluan studi atau bisnis, ada sejumlah hal yang perlu perhatian khusus.

Soalnya, Anda akan sangat mudah terkena sakit ketika berada di tempat baru karena tubuh tidak punya cukup kesempatan untuk menyesuaikan diri dengan makanan, minuman, dan udara di tempat baru itu. Bepergian akan menempatkan tubuh Anda dalam situasi baru dan akan bersentuhan dengan hal-hal baru pula.

Jangan Pernah Abaikan Kesehatan

STRES dan kelelahan akibat perjalanan dapat membuat Anda jatuh sakit. Kabar baiknya adalah tubuh punya sistem kekebalan. Tetapi kondisi kurang tidur atau praktek diet yang buruk dapat menyebakan tubuh mudah terkena penyakit.

Hal pertama yang harus dilakukan jika bepergian, apalagi ke luar negeri, adalah mengetahui vaksin jenis apa yang dibutuhkan sebelum Anda berangkat. Jenis vaksin yang diperlukan sangat tergantung pada kondisi negara tujuan.

Turis dari negara maju misalnya, dianjurkan untuk mendapatkan vaksin tipus, hepatitis A dan B jika berkunjung ke negera berkembang. Jika berkunjung ke Nepal atau beberapa bagian wilayah India, Anda dianjurkan untuk mendapatkan vaksin meningitis terlebih dahulu.

Atau jika hendak ke bagian selatan Amerika dan Afrika, Anda sebaiknya mendapatkan vaksin demam kuning (yellow fever) terlebih dahulu. Jika ke daerah tropis yang tergolong endemik malaria seperti Vanuatu, Papua atau Ujung Kulon, bawalah obat anti-malaria.

Masalah Kesehatan Umum Dalam Perjalanan

ADA tiga masalah kesehatan yang umum terjadi saat orang bepergian yaitu jet lag, penyakit ketinggian (altitude sickness), dan diare.

Saat terbang melewati rangkaian zona waktu, Anda menerima jumlah cahaya yang berbeda dan itu dapat mengubah jam biologis tubuh Anda. Hal itu menyebabkan kondisi yang dikenal dengan sebutan jet lag. Jet lag dapat menyebabkan sejumlah gejala yang dapat merusak perjalanan seperti sakit perut, insomnia, dan kelelahan.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi jet lag; misalnya jika berjalan dari barat ke timur, jangan berada di bawah terpaan sinar matahari pada hari kedatangan. Jika Anda terbang dari timur ke barat, pergilah jalan-jalan segera mungkin setelah Anda tiba.

Sementara penyakit ketinggian (altitudes sickness) disebabkan oleh udara yang kering, oksigen yang berkurang, dan tekanan barometrik yang rendah pada saat Anda terbang atau berjalan ke tingkat ketinggian yang lebih tinggi dari sebelumnya.

Akibatnya, Anda bisa saja mengalami masalah seperti sakit kepala, dehidrasi, atau sesak napas.

Beberapa orang terkena penyakit ketinggian pada ketinggian 5,000 kaki (1,524 meter), yang lain tidak terpengaruh sampai mencapai ketinggian 10,000 kaki (3,048 meter) atau lebih. Segera cari tahu batas toleransi ketinggian untuk tubuh Anda demi mengetahui jika ketinggian dapat menjadi masalah.

Pencegahan terbaik untuk masalah ketinggian adalah secara bertahap meningkatkan level ketinggian Anda setiap hari agar terbiasa dengan kondisi itu. Jika hal itu tidak mungkin dilakukan, gunakan obat acetazolamide. Obat itu dapat membatu menghilangan dan bahkan mencegah penyakit ketinggian.

Jika Anda berpikir mungkin akan mengalami masalah dengan ketinggian, bicarakan dengan dokter sebelum meninggalkan rumah.

Kasus diare mungkin terlihat banyak dan karena itu dianggap sepele, namun hal itu bisa menjadi masalah serius. Diare bagi para traveler dikenal dengan nama turista. Diare sering terjadi ketika bakteri asing memasuki saluran pencernaan Anda, biasanya karena makan makanan atau minum minuman yang terkontaminasi.

Cara terbaik untuk mencegah turista adalah berhati-hati terhadap makanan dan minuman selama dalam perjalanan.

Makan dan Minuman yang Aman

MAKANAN dan minuman apa yang aman untuk dimakan dan diminum? Semua makanan yang direbus umumnya aman, begitu pula dengan buah-buahan dan sayuran yang dikupas sebelum dimakan. Hindari makan daging mentah atau setengah matang, atau makanan yang disajikan dalam kondisi tidak dimasak.

Anda mungkin mendengar bahwa turis dari negara maju dilarang minum air di sejumlah negara berkembang, tetapi tahukah Anda mengapa? Persediaan air di banyak negara berkembang tidak ditangani seperti di negara maju; aneka bakteri, virus, dan parasit umumnya ditemukan dalam air.

Banyak ahli menyarankan untuk minum hanya air kemasan saat traveling. Jika menggunakan air keran, pertama harus merebus atau menjernihkannya dengan iodium tablet terlebih dahulu. Jika sedang sikat gigi, cuci lensa kontak, kumur, atau menambahkan es pada minuman, pertama-tama pastikan air itu aman untuk diminum.

Bawalah Obat

SAAT mengepak, masukan semua obat dan persediaan yang berkaitan dengan kesehatan yang biasanya Anda gunakan karena semua itu mungkin saja sulit ditemukan di negara lain jika persediaan Anda habis. Anda bisa saja menemukannya di negeri tujuan namun tetap ada resiko obat-obat itu terlalu keras atau lemah buat Anda. Obat-obat seperti bisa saja berupa obat berdasarkan resep dokter yang biasa gunakan seperti inhalers, obat alergi, insulin, lensa kontak dan vitamin.

Bawa juga obat penghilang rasa sakit seperti acetaminophen dan obat diare. Baik juga untuk membawa obat penghilang alergi meskipun Anda tidak pernah menggunakannya selama di rumah. Orang kadang-kadang menderita alergi terhadap serbuk sari dan unsur protein lain yang terdapat dalam lingkungan yang baru.

Tuliskan

MESKIPUN Anda telah memperhatikan semua yang hendak dimakan, diminum, dan cukup istirahat, Anda dapat saja masih bisa sakit. Jangan kuatir. Anda bisa menemukan petugas medis yang kompeten. Kuncinya adalah tahu ke mana harus pergi.

Untuk alasan ini, baik jika Anda selalu bawa riwayat medis dalam bentuk tertulis. Punya informasi penting seperti itu dapat membantu petugas medis membuat putusan yang tepat, dan Anda pun tidak perlu kuatir ketinggalan informasi penting saat Anda dalam kondisi sangat kecewa dan tidak bisa berpikir jernih.

Maka, sebelum meninggalkan rumah, buatlah riwayat medis yang mencantumkan informasi berikut ini:

nama, alamat, nomor telepon Anda

imunisasi

nama dokter Anda, alamat, dan telepon kantor dan darurat.

nama, alamat dan nomor telepon kantor asuransi kesehatan Anda, termasuk nomor polis

daftar masalah kesehatan yang tengah dialami seperti penyakit jantung, diabetes, atau AIDS

daftar obat-obatan terakhir yang digunakan dan nama perusahaan farmasi serta nomor telepon

daftar alergi obat, makanan, serangga, dan binatang

resep dokter untuk kaca mata atau kontak lensa

nama, alamat, dan nomor telepon orang tua dan relasi yang bisa dihubungi dalam kondisi darurat

Baik juga kalau Anda punya pengetahuan dasar tentang emergency medical. Hal itu tidak hanya berguna untuk Anda sendiri tetapi juga untuk membantu orang lain yang berjalan bersama Anda. Satu cara jitu untuk itu adalah Anda mengambil kursus tentang pertolongan pertama dalam kondisi darurat atau kursus dasar tentang life support.

Akhirnya, silakan mencoba, niscaya Anda bisa fokus pada pemandanngan, bukan pada masalah kesehatan. Anda pun bisa pulang ke rumah tanpa masalah. Selamat berlibur dan semoga tetap sehat!
Egidius Patnistik

Tips dalam Memberi Tip

Pemberian tip dapat jadi masalah: apa yang baik di suatu negara, bisa menjadi kesalahan atau dianggap berlebih di negara lain.

Di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, seorang porter proaktif menyodorkan troli lalu menaikkan tas atau koper Anda ke troli padahal Anda tidak minta bantuan dia. Ketika Anda memberi sejumlah uang sebagai tip, si porter ngotot meminta lebih. Daripada ribut, Anda terpaksa membayar sesuai permintaannya dan merasa telah diperas. Saat hendak membayar ongkos taksi, Anda mungkin juga kesal karena sang sopir mengaku tidak punya kembalian. Sopir itu mungkin memang tidak punya kembalian namun bisa jadi itu hanya trik untuk mendapatkan uang lebih (semacam tip).

Di sejumlah negara Asia, termasuk Indonesia, pemberian tip sesungguhnya bukan budaya lokal. Di Jepang, jika Anda meninggalkan sejumlah uang logam di meja makan restoran sebagai tip, waiter akan mengejar Anda untuk mengembalikan uang Anda. Singapura bahkan punya aturan yang melarang pemberian tip. Sementara di New York, jika Anda meninggalkan uang kurang dari 15 persen dari total belanjaan saat keluar dari restoran, reservasi Anda di kemudian hari mungkin tidak akan diterima.

Sulit untuk menentukan berapa angka yang pantas ketika memberi tip apalagi di Asia dengan beragam budaya dan kebiasaanya. Jika Anda berkesempatan berkunjung ke kota-kota di Asia-Pasifik, berikut ini sejumlah tips dalam memberi tip.

JAKARTA

Tip bukan merupakan budaya lokal tetapi pengaruh internasional telah mengubah beberapa tempat jadi kebarat-baratan demi mengais sejumlah rupiah. Restoran: restoran-restoran mewah biasanya menambahkan 10 persen service charge pada tagihan. Di tempat makan kelas menengah, Rp5.000 saja sudah cukup, jika layanannya bagus tambahkan lagi secukupnya. Porter: bayarkan seribu rupiah untuk setiap koper. Taksi: banyak sopir taksi membulatkan ke atas sampai Rp 5.000 dari jumlah yang tertera di meteran. Ada sopir yang mengaku tidak punya uang kembalian, dan itu nilai bisa mengeruk kantong Anda lebih banyak. Jangan pernah mau bayar uang tambahan lebih dari Rp 5.000.

KUALA LUMPUR

Seperti Indonesia, pemberian tip di Malaysia lebih banyak karena pengaruh Barat. Sering ada tambahan 10 persen service charge pada tagihan makan atau kamar hotel. Restoran: jika Anda di restoran hotel, Anda diharapkan menambahkan 10 persen service charge atau jumlah lain yang pantas menurut Anda. Tetap di pedagang kaki lima Anda bahkan bisa menawar untuk semangkuk laksa yang akan dibeli, jadi tidak perlu lagi tip. Porter: di Hotel bintang lima, satu atau dua ringgit sudah cukup. Di tempat penginapan kelas bawah tidak usah peduli untuk memberi tip. Taksi: banyak taksi punya meteran, jadi Anda tinggal bulatkan saja ke atas. Untuk taksi yang tidak pakai meteran, silakan tawar-menawar terlebih dahulu.

BANGKOK

Sejumlah tempat di Bangkok mengharapkan tip namun ada juga yang tidak. Umumnya, semakin kebarat-baratan tempat itu, Anda semakin diharapkan untuk meniggalakan tip. Restoran: beberapa tempat makan kelas atas akan menambahkan 10 persen service charge pada tagihan. Jika tidak ada service charge pada tagiahan, para waiter akan sangat menghargai jika Anda memberi tambahan 10 persen. Jika Anda makan di restoran kelas bawah, tip tidak diperlukan. Porter: jika menginap di salah satu hotel bintang lima di Bangkok, Anda diharapkan memberi tip kepada porter 20 sampai 50 bath Thailand, tergantung pada berapa banyak koper yang Anda punya. Taksi: taksi Bangkok umumnya punya meteran jadi tidak ada tawar-menawar soal tarif. Kebiasan setempat adalah membulatkan (menambahkan) tarif sampai sebesar lima bath.

HONG KONG

Tips merupakan sebuah keharusan di kota yang gila uang ini kecuali di tempat kumuh. Bahkan kamar mandi di hotel-hotel mewah punya tempat khusus untuk uang receh (tip). Restoran: kebanyakan tempat secara otomatis menambahkan 10 persen service charge pada tagihan bahkan bisa mencapai 100 dollar Hongkong jika Anda berada restoran yang sangat mewah. Porter: 10 dollar Hongkong layak untuk semua porter tetapi khusus hotel mewah 20 dollar Hongkok mungkin lebih layak. Taksi: bulatkan ke atas meskipun banyak sopir melakukan itu sendiri saat mengembalikan uang sewa.

MANILA

Pemberian tip merupakan sesuatu yang lumrah di Manila dan jika Anda memberi tip lebih dari 10 persen, Anda akan mendapat sanjungan. Restoran: bahkan jika service charge sudah termasuk dalam hitungan harga, biasanya masih harus tambahkan lagi sekitar 5 – 10 persen. Porter: layanan di hotel-hotel mewah tergolong baik dan harus dihargai dengan 20 peso per tas. Taksi: kebanyakan taksi punya meteran, dan pembulatan hingga lima peso merupakan tindakan yang lumrah.

SEOUL

Pemberian tip bukan merupakan bagian dari budaya Korea meskipun itu telah diterapkan di hotel-hotel internasional di mana sering ditambahkan 10 persen untuk service charge. Restoran: jika Anda berada di sebuah tempat barbekeu Korea, tidak perlu menambahkan uang ekstra. Tetapi di restroan Italia Anda mungkin diminta tambahan 10 persen. Porter: jika Anda menginap di hotel-hotel kelas atas, aturan standar internasional yang dipakai, jadi tambahkan 500 – 1000 won untuk setiap tas.

SINGAPURA

Berdasarkan undang-undang di Kota Singa, tip merupakan sesuatu yang dilarang. Aturan itu terutama diterapkan di Bandara Changi dan tempat-tempat turis. Restoran: orang Singapura cenderung tidak meninggalkan tip, terutama di tempat-tempat makan outdoor yang ramai. Restoran yang lebih bagus kadang-kadang menambahkan 10 persen service charge. Porter: staf hotel merupakan pengecualian dari kebijakan no-tiping. Sebagai panduan umum, 1 dollar Singapura sudah cukup layak untuk jasa layanan antar koper. Taksi: para sopir tidak mengharapkan tip tetapi mereka tidak menolak jika Anda membulat tarif ke atas.

TAIPEI

Seperti masyarakat Jepang dan China, Taiwan bukan masyakat yang biasa dengan tip meskipun banyak mata uang berbentuk koin. Restoran: tip tidak diharapkan. Bagaiamanapun, kebiasaan itu berubah sejak tempa-tempat makan Amerika memperkenalkan cara-cara Barat. Porter: Anda bisa menawarkan 50 dollar Taiwan namun petugas hotel tidak akan mengeluh jika Anda tidak memberi tip. Taksi: tip tidak diharapkan, meski pembulatan sampai 5 dollar Taiwan dapat memudahkan proses pembayaran tarif taksi.
EGP

Yang Harus Dibawa Saat Travelling

Apa saja barang yang harus dibawa saat travelling ke suatu wilayah di Indonesia, tidak peduli apapun jenis kegiatan yang akan dilakukan? Barangkali ada yang berpendapat, uang bisa menyelesaikan segalanya. Jadi, bawa uang saja sudah cukup. Dalam kondisi tertentu, uang tidak ada gunanya jika barang yang diperlukan tidak tersedia di pasaran setempat.

Barang-barang berikutlah yang harus selalu ada dalam ransel Anda.

KARTU identitas berupa KTP (kartu tanda penduduk) atau SIM (surat ijin mengemudi). Tanpa kartu identitas, Anda bisa mengalami masalah saat bertemu dengan polisi yang tengah melakukan razia, ketika check in di hotel, atau saat akan menyewa kendaraan.

UANG tunai untuk kondisi darurat di daerah terpencil. Sejumlah back packer berpengalaman menyimpan uang tunai di kantong-kantong tersembuyi di pakaian atau ransel mereka. Dalam kondisi darurat, misalnya di lokasi di mana kartu kredit atau debit tidak bisa digunakan, dana cadangan dari kantong-kantong rahasia itu bisa sangat membantu.

TOPI, kaca mata hitam, dan pelembab untuk melindungi kulit dari sengatan sinar matahari.

SEPATU booth yang kuat dan sandal atau thong

KUNCI untuk koper atau tas. Koper, tas, atau ransel harus selalu dalam kondisi terkunci demi mencegah terjadinya pencurian.

TAS kosong untuk membawa belajaan Anda saat pulang ke rumah.

ALAT penutup telinga. Alat ini berguna jika Anda tidak mau terganggu oleh suara bel wake up call di pagi hari.

DENTAL floss, tampons, dan cream cukur

JAKET anti air

OBAT anti malaria dan obat nyamuk. Masih banyak tempat di Indonesia yang merupakan daerah endemis malaria.

SEBUAH sarung atau kain. Kain akan punya banyak manfaat seperti bisa jadi topi, handuk, atau bahkan alas duduk di pasir atau rumput.

YANG terakhir ini bukan termasuk barang tetapi sangat penting, yaitu Anda tidak boleh malu dan harus memiliki rasa humor.
EGP

Bagaimana Cara Mencegah Jet Lag

Banyak orang menderita jet lag setelah menempuh penerbangan jarak jauh dan melewati sejumlah zona waktu. Meskipun tidak ada cara ampuh untuk menghindari jet lag namun ada sejumlah hal yang bisa dilakukan yang dapat membantu tubuh Anda menyesuaikan diri dengan zona waktu yang baru.

Cobalah pergi tidur lebih awal beberapa hari sebelum keberangkatan dan tidurlah sebanyak mungkin selama dalam penerbangan. Penutup telinga dan penutup mata bisa digunakan untuk membantu mengurangi bising dan cahaya.

Banyak efek samping jet lag, yang memperburuk keadaan, disebabkan oleh dehidrasi. Maka, hindari alkohol, kopi, teh, serta minuman berkafein lainnya dan minumlah banyak air mineral selama penerbangan.

Sedikit olah raga ringan dalam penerbangan dapat membantu mengurangi sakit punggung, pembengkakan kaki, dan kelelahan pada umumnya. Lakukan peregangan secara teratur dan jalan-jalan di koridor pesawat untuk mencegah kebekuan darah.

Akhirnya, pada hari pertama Anda sampai di tempat tujuan, bersantailah. Nikmati perjalanan Anda di tempat yang menyenangkan setelah itu baru memulai kegiatan sesuai waktu lokal.
EGP

Seru Mana, Traveling Sendirian atau Berombongan?

Mana lebih asyik, menyenangkan dan berkesan, traveling sendirian atau bersama teman? Hemm… sesunggunya itu bergangung pada nilai-nilai yang Anda anut serta tujuan perjalanan itu sendiri.

Apa tujuan perjalanan Anda? Untuk melihat-lihat dan mengagumi daerah tujuan, mengetahui perubahan, punya misi bisnis atau mungkin spiritual khusus? Tujuan akan mempengaruhi pilihan. Yang pasti, traveling sendirian atau bareng teman masing-masing punya keunggulan dan kelemahan.

Secara garis besar dapat dikemukakan, jika berjalan sendiri Anda punya banyak keleluasaan. Dalam solo travel Anda seorang panglima namun jika ada persoalan di tengah jalan Anda akan menghadapinya sendiri. Sebaliknya, jika jalan dalam rombongan, kebebasan Anda akan dibatasi oleh kehadiran anggotan rombongan. Tetapi saat menemui kendala, Anda tidak mengahapinya sendirian.

Mark Moxon, petualang dan penulis hal-hal seputar traveling, dalam situsnya di moxon.net menulis secara detail keunggulan dan kelemahan traveling sendirian ataupun bersama teman.

Keunggulan Bersama Teman

Dalam perjalanan Anda punya kesempatan untuk berbagi pengalaman. Moxon yang meski lebih suka jalan sendiri mengatakan, Anda mungkin punya pengalaman mengesankan saat jalan sendiri namun membagi pengalaman seperti itu kepada teman saat nongkrong di pub misalnya, merupakan salah cara menikmati pengalaman yang juga sangat mengasyikkan. Dalam solo travel, hal seperti itu tidak akan Anda nikmati.

Jalan berombongan sangat terasa asyiknya saat makan. Anggota rombongan bisa saling bercanda saat makan. Sebaliknya, pada solo travel, saat makan boleh jadi merupakan momen paling hening dan Anda betul-betul merasa sendirian dan kesepian.

Kalau sakit, barang dicuri, atau ada masalah lain, Anda punya teman yang bisa membantu atau membangkitkan semangat. Teman seperjalanan Anda mungkin dapat melihat sisi lain, yang lucu atau positif, dari peristiwa yang terjadi. Tetapi kalau jalan sendiri Anda hanya dihadapan pada dua pilihan: kecewa dan balik kanan atau maju terus.

Punya teman juga membuat perjalanan jadi lebih mudah, ada banyak manfaat praktis yang kelihatan sepele. Misalnya kalau kelelahan dan haus ada teman yang bersedia mencarikan minum, kalau ke toilet ada orang yang menjaga ransel, atau kalau lagi sakit dan tidak kuat antre tiket, ada kawan yang mengantre di loket. Hal-hal kecil seperti ini meropotkan kalau jalan sendiri.

Biaya perjalanan jadi lebih murah jika jalan dalam rombongan karena Anda bisa berbagi biaya kamar dan makan. Anda juga bisa mencoba lebih banyak jenis makanan karena Anda bisa berbagi menu.

Khusus untuk perempuan, bergabung dalam rombongan atau punya teman akan lebih baik jika traveling di negara-negara yang kulturnya didominasi laki-laki. Kalau nekat jalan sendiri, bisa saja Anda akan menemui sejumlah kendala.

Kelemahan Bersama Teman

Selalu terjadi kerepotan saat menghitung biaya, misalnya usai makan. Si A atau B makan apa, berapa biayanya dan berapa kembaliannya.

Anda membuat keputusan bersama-sama termasuk misalnya jalan bersama ke lokasi yang sama dan pada jam yang sama dan dari tempat yang sama pula. Di sini kebebasan Anda dibatasi. Ada orang buat kesepakatan: siang jalan sendiri-sendiri, pas makan malam baru bertemu lagi.

Jika ada masalah, katakanlah ada hal yang membuat Anda frustrasi, sangat mudah untuk menyalahkan teman seperjalanan, seakan masalah muncul karena kehadiran mereka. Dalam solo travel, hal itu tidak mungkin terjadi. Anda menghadapinya sendiri dan harus mengatasinya sendiri pula.

Anda tidak punya waktu yang Anda benar-benar bisa dinikmati sendirian dalam tempo lama karena teman atau teman-teman Anda bisa saja mengajak Anda untuk berbicara aneka hal.

Keunggulan Jalan Sendiri

Anda seorang panglima, pembuat keputusan.

Mudah bertemu dan berbincang dengan penduduk lokal. Jika jalan berdua atau lebih Anda akan sibuk ngobrol sendiri dalam rombongan dan akan jarang disapa penduduk lokal.

Kalau sakit, Anda tidak perlu merasa bersalah karena telah mengganggu rencana perjalanan orang lain

Anda bisa tidur di hotel paling murah atau paling jorok jika Anda mau, atau bahkan paling mahal sesuai dengan anggaran Anda.

Anda bisa menemukan pemandangan menarik sendirian

Tidak akan mengalami sakit hati akibat ulah teman seperjalanan.

Saat Anda senang, semua itu Anda nikmati sendiri sepenuhnya.

Kelemahan Jalan Sendiri

Anda menanggung semua risiko sendiri.

Kadang-kadang Anda akan merasa sendirian di tempat di mana tidak ada orang. Di tempat yang banyak turisnya pun Anda bisa merasa kesepian.

Ketika Anda sakit tidak ada yang membantu misalnya mengambilkan obat, segelas air atau memberikan simpati.

Untuk ambil foto diri sendiri Anda harus gunakan fasilitas self-timed atau minta tolong penduduk lokal yang mungkin belum pernah pegang kamera

Tidak ada kawan untuk berbagi hal-hal menarik, termasuk saat Anda hendak nongkrong di kafe atau pub.

Kalau Anda sedang lesu tidak ada yang memberi semangat.

Jadi , Anda pilih jalan sendiri atau butuh teman? Pilihan ada pada Anda, selamat bertualang!
EGP

Tips Agar Aman di Terminal Bus

Terminal bus merupakan salah satu tempat umum yang rawan kejahatan. Di negeri ini, terminal bus menjadi surga para pencopet, tukang palak, calo, dan penipu. Mereka mengamati setiap orang dan selalu siap menerkam korban yang potensial.

Karena itu, Anda harus ekstra hati-hati jika berada di terminal, apalagi kalau belum kenal kawasan terminal tersebut. Berikut ini sejumlah tips yang mungkin akan sangat membantu Anda ketika berada di suatu terminal yang asing.

Tampil sederhana. Kenakan pakaian dan aksesori yang tidak mahal. Jangan jadikan diri Anda sebagai target dari para pencopet atau tukang palak dengan penampilan yang mencolok. Di area terminal hindari menggunakan barang-barang berharga seperti telepon seluler atau kamera.

Miliki peta kota atau kawasan di mana terminal itu berada. Dengan bantuan peta, Anda lebih mudah menentukan orientasi saat turun dari bus dan tidak terlihat bingung atau panik. Orang yang bingung dan panik akan menjadi mangsa empuk pencopet, calo atau tukang palak.

Kalau tidak punya peta, sekali lagi jangan bingung dan panik. Tetaplah berjalan dengan yakin seakan Anda sudah tahu seluk-beluk terminal tersebut. Berhentilah di kios rokok, warung makan, atau toilet sambil mengamati kondisi sekitar. Perhatikan rambu atau petunjuk arah jalan atau nomor serta nama bus-bus yang melintas.

Kalau belum berhasil menentukan orintasi, bertanyalah kepada petugas resmi seperti polisi atau petugas DLLAJR atau lakukan obrolan ringan dengan pekerja warung makan atau penjaga kios.

Jika Anda masih melanjutkan perjalanan ke kota lain dengan bus, belilah tiket pada loket penjualan tiket bus resmi atau PO (perusahaan otobus) resmi. Abaikan calo-calo yang getol menawarkan tiket, jangan sekali-kali beri kesempatan kepada calo, sekali Anda menawar, mereka akan terus mengejar.

Jika naik bus malam, naiklah dari PO atau agen resmi bus tersebut. Jika terpaksa naik di terminal, datang lebih awal.

Bus yang kosong atau sesak sama bahayanya, dua kondisi itu ideal bagi pencopet. Mereka biasa bergerombol, tiga sampai lima orang. Karena berbentuk gerombolan, awak bus pun tidak berdaya untuk membantu Anda. Modus gerombolan pencopet sangat banyak tetapi umumnya mereka berusaha mengalihkan perhatian korban dengan menjatuhkan barang atau menawarkan sesuatu. Begitu perhatian korban terbagi, aggota komplotan yang lain beraksi.

Dalam bus yang sesak, Anda perlu waspada saat naik atau turun. Jika Anda merasa dihalang-halangi saat naik atau turun, waspadalah, hal itu bisa menjadi tanda bahwa pencopet tengah beraksi.

Jangan menerima tawaran minuman atau makanan dari orang yang baru Anda kenal di kawasan terminal. Dalam banyak kasus, orang terbius setelah makan atau minum minuman atau makanan yang ditawarkan oleh orang yang baru dikenal. Jika ada tawaran seperti itu tolaklah dengan santun.

Dompet sebaiknya jangan ditaruh di saku. Simpan uang secukupnya saja di saku baju depan. Lebih aman lagi kalau saku tersebut bertutup. Barang berharga lainnya disimpan saja dalam tas atau ransel yang selalu Anda pegang. Tas atau ransel itu sebaiknya digendong di depan atau selalu dalam jangkauan pandangan mata Anda.
EGP