Ya Ampun, Bayiku Ketinggalan Pesawat

VANCOUVER, RABU – Hari pertama di negeri orang tiba-tiba menjadi mimpi buruk setelah sebuah keluarga melupakan bayinya di bandara Vancouver. Padahal keluarga itu sudah naik pesawat menuju Winnipeg.

Ayah bayi laki-laki itu, Jun Parreno, Selasa (12/5), mengatakan, keluarganya telah bermigrasi ke Kanada dari Filipina. Mereka transit di Vancouver menuju Winnipeg dan mereka terburu-buru karena membongkar dan mengepak lagi tas-tas mereka. “Kami cuma punya waktu 10 menit sebelum boarding dan kami harus berlari menuju pintu,” kata Parreno.

Saat itu Parreno mengira, sang anak JM, bersama sang ibu dan kakek-neneknya yang sudah berlari di depannya. Sementara mereka berpikir, bocah 23 bulan itu bersamanya. Demikian dilaporkan situs harian The Gazette, Rabu (14/5).

Parahnya lagi, di dalam pesawat keluarga itu duduk di seksi terpisah, sehingga tidak tahu bahwa anak laki-laki mereka sedang lari ke sana kemari di bandara Vancouver mencari orangtuanya. “Petugas keamanan bandara lah yang menemukan bocah itu,” kata juru bicara Air Canada, Angela Mah.

Menurut Mah, karena bocah itu masih terlalu muda, maka ia tidak harus memegang boarding pass dan di dalam pesawat akan duduk di pangkuan orangtuanya. Yang membingungkan, Air Canada tidak menerima pemberitahuan apa pun tentang kehilangan anak dari penumpang pagi itu.

“Kami akhirnya memastikan bahwa orangtuanya kemungkinan dari Filipina, dan awak kabin kami telah berbicara pada mereka,” kata Mah. Maka, ketika pesawat itu mendarat di Winnipeg, Air Canada mengajak Parreno terbang kembali ke Vancouver untuk mengambil anak itu.
SAS
Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network

Polisi Inggris Buru Peremas Bokong

LONDON, KAMIS – Para detektif Inggris saat ini sedang memburu seorang laki-laki yang suka meremas bokong perempuan dewasa dan remaja putri. Perburuan ini telah berlangsung satu tahun di pusat kota Manchester.

Pelaku, yang diperkirakan berusia akhir 20-an atau awal 30-an dan bertampang Turki atau Yunani, biasanya beraksi pukul 19.00 hingga 20.00. “Dengan diam-diam mendekat dari belakang lalu meremas bagian belakang korban,” kata polisi, Rabu (7/5).

Sejauh ini sudah 19 orang yang melapor kepada polisi menjadi korban perbuatan cabul itu. Usia para korban antara 13 dan 43 tahun. “Laki-laki ini sudah banyak beraksi dalam setahun ini,” kata detektif Sersan Kay Dennison. “Jumlah korban tidak meningkat banyak, tetapi pelaku telah membuat mereka dalam keadaan yang sangat tidak nyaman,” lanjutnya.

Kamera pengawas telah merekam salah satu insiden yang memperlihatkan pelaku itu mondar-mandir sebelum beraksi.
SAS
Sumber : Antara