Insya Allah

Ungkapan insya Allah bukan hal yang asing bagi umat Islam. Ucapan yang termasuk salah satu kalimat thayyibah atau kalimat baik untuk diamalkan ini, di satu sisi belum dipahami makna dan urgensinya secara benar.

Nabi Muhammad SAW pernah ditegur Allah SWT ketika terlupa mengucapkan insya Allah sewaktu berdialog dengan utusan suku Quraisy bernama An Nadhar bin Al Harits dan ‘Uqbah bin Abi Mu’ith. Mereka bertanya kepada Nabi tentang kisah Ashabul Kahfi, Zulkarnain, dan ruh. Beliau menjawab, ”Datanglah besok pagi kepadaku agar aku ceritakan kepadamu.”

Sampai batas waktu yang dijanjikan, Allah SWT belum menurunkan wahyu menanggapi tiga pertanyaan itu sehingga Nabi tak dapat menjawab. Setelah 15 hari berlalu, Allah menurunkan ayat yang menjawab seluruh pertanyaan tersebut.

Teguran Allah SWT itu diabadikan dalam QS Alkahfi [18]: 23-24. ”Dan janganlah sekali-kali engkau mengatakan terhadap sesuatu, ‘Aku pasti melakukan itu besok pagi’, kecuali (dengan mengatakan), ‘insya Allah‘. Dan ingatlah kepada Tuhanmu bila engkau lupa dan katakanlah, ‘Mudah-mudahan Tuhanku akan memberi petunjuk kepadaku, agar aku yang lebih dekat (kebenarannya) daripada ini’.”

Insya Allah yang memiliki arti ‘Jika Allah menghendaki’ seringkali disalahtempatkan dalam penggunaannya, hanya karena lantaran kita merasa sebagai orang yang berbudaya timur, yang tidak pantas untuk berkata tidak.

Baca entri selengkapnya »

Rossi Memuncaki Klasemen

Senin, 19 Mei 2008 |

LE MANS, MINGGU - Setelah pada dua musim terakhir gagal menggondol gelar juara dunia, Valentino Rossi memperlihatkan dirinya ”belum habis”. Ia mampu melejit ke puncak klasemen pada akhir seri kelima GP Perancis, Minggu (18/5). Hasil ini memberinya peluang cukup besar menjadi juara dunia.

Memenangi balapan GP Perancis mengantar Rossi naik ke puncak klasemen dari sebelumnya berada di urutan ketiga klasemen. Ia kini memimpin klasemen dengan koleksi poin 97.

Kemenangan di Le Mans, Perancis, merupakan kemenangan kedua Rossi pada musim ini. Dua pekan lalu, Rossi meraih kemenangan di Shanghai, China.

Meski MotoGP musim 2008 masih menyisakan 13 seri, keberhasilan Rossi naik ke puncak klasemen menjadi pertanda kuat kebangkitan ”The Doctor”. Hingga lima seri ini, Rossi dan motornya memperlihatkan kinerja konsisten. Pada sisi lain, selama lima seri itu tak ada lawan yang tampil jauh mengungguli Rossi.

Dua tahun lalu Rossi gagal menjadi juara dunia gara-gara kinerjanya yang jauh dari konsisten. Ia beberapa kali gagal finis dan motornya didera problem getar. Gelar juara dunia 2006 diraih Nicky Hayden dari Repsol Honda, yang tampil sangat konsisten.

Musim lalu Rossi bertekuk lutut di hadapan Casey Stoner. Pembalap Ducati Marlboro itu tampil sangat dominan dengan mengantongi 10 kemenangan.

Baca entri selengkapnya »