Menimbun Barang

Masalah jual beli termasuk bagian yang sangat diperhatikan oleh Rasulullah. Tak jarang beliau terjun langsung ke pasar untuk mengetahui kondisi dan aktivitas jual beli di sana. Beliau tahu persis, pasar merupakan tempat yang rawan dari tindak kezaliman, penipuan, dan kecurangan.

Salah satu bentuk kelicikan yang dikhawatiri Rasulullah adalah penimbunan barang. Para pedagang acap kali menempuh jalan ini untuk mendapatkan keuntungan lebih. Sebab dengan menimbun, barang akan menjadi langka dan mereka dengan leluasa bisa menaikkan harga. Tentu saja kondisi seperti ini akan merugikan masyarakat.

Karenanya Rasulullah memberi teguran keras kepada orang yang berbuat demikian. Dalam sebuah hadis Beliau bersabda, ”Tidaklah seorang menimbun (barang), kecuali ia seorang pendosa.” (HR Muslim).
Baca entri selengkapnya »

‘Rencanakan Sebelum Kehilangan Gaji’

Ada catatan penting bagi seorang karyawan untuk meraih sukses finansial di masa depan. Berbeda dengan kuadran B (business owner) atau I (investor) yang bisa memperoleh penghasilan secara pasif, seorang karyawan mendapat penghasilan dari gaji. Penghasilannya itu akan dihentikan apabila karyawan itu berhenti bekerja.

Meraih sukses finansial di masa mendatang bagi seorang karyawan adalah kemampuan meraih prestasi secara konsisten untuk meraih standar hidup yang diinginkan. Termasuk di dalamnya adalah kemampuan menghadapi situasi pada saat gajinya terhenti, baik direncanakan sendiri atau tidak.

Yang harus diingat, bagi Anda seorang karyawan, tidak ada jaminan bahwa perusahaan akan membutuhkan Anda selamanya. Pemutusan hubungan kerja (PHK) harap dicatat tidak selalu berawal dari kesalahan yang dilakukan karyawan. Bisa saja karena kebijakan restrukturisasi perusahaan, atau perusahaan melakukan definisi bisnis.

Dari segi finansial, sudah selayaknya seorang karyawan memiliki tabungan sebesar tiga sampai enam kali pengeluaran rutinnya sebulan untuk mengantisipasi resiko terputusnya sumber pendapatan.
Baca entri selengkapnya »