Karakter Rasulullah

Fondasi tunggal Rasulullah dalam membangun agamanya sebagai basis bagi kehidupan manusia di dunia adalah tauhid. Menurut prinsip tauhid, zat yang merupakan sumber alam semesta dan patut disembah hanya Allah SWT. Seseorang tidak boleh mengagungkan dan memasrahkan dirinya pada zat selain Allah. Apalagi yang bisa menjurus pada musyrik yang dikategorikan menyekutukan Allah. Akidah dan praktik yang dicontohkan Nabi inilah yang harus menjadi norma persaudaraan dan persamaan manusia, berupa kepatuhan mutlak manusia kepada Allah.

Ajakan kepada akidah ini merupakan hal pertama yang dilakukan Rasulullah agar ia menjadi batu pertama dalam bangunan umat Islam. Kekokohan akidah di dalam jiwa manusia akan mengangkatnya dari materialisme yang rendah dan mengarahkannya kepada kebaikan, keluhuran budi pekerti, kesucian, dan kemuliaan.

Apabila akidah ini telah berkuasa dalam jiwa manusia, ia akan melahirkan keutamaan yang tinggi, seperti keberanian, kedermawanan, kebajikan, ketentraman, dan pengorbanan. Dalam melaksanakan prinsip tauhid, Rasulullah telah menunjukkan kualitas moral paling baik dan sikap paling jujur serta menyerukan logika yang paling masuk akal. Para sahabat beliau juga menggunakan metode serupa dalam menjelaskan prinsip-prinsip agama.

Rasulullah memperlakukan semua orang sebagai saudara dan sederajat serta tidak pernah mengecualikan siapa pun dalam aturan-aturan agama. Tidak membedakan kawan dan orang asing, kuat dan lemah, kaya dan miskin, laki-laki dan perempuan, atau kulit hitam dan putih. Beliau memberikan hak setiap orang berdasarkan hukum-hukum agama tanpa diskriminasi. Untuk itu, beliau pernah mengatakan, ”Jika putriku Fatimah mencuri, pasti akan kupotong tangannya.”

Pada tatanan ini, Rasulullah mengklaim tidak punya perbedaan khusus dalam kehidupan dan juga tak seorang pun yang mengenal beliau sebelumnya mempunyai hak-hak istimewa atas orang lain. Beliau tidak duduk di singgasana atau di tempat duduk paling atas dalam majelis. Bila bepergian, beliau naik kendaraan tanpa upacara-upacara khusus. Apabila menerima barang-barang tertentu, beliau memberikan kelebihan dari kebutuhan pokok kepada orang-orang miskin, meski kerap menderita lapar. Begitulah Rasul kita menjalani hidup.

Oleh : Alwi Shahab

Siswi TK Itu Sudah Lima Kali Diperkosa

JAKARTA, KAMIS - Siswi TK informal, RF (4,5 tahun, bukan 5 tahun seperti diberitakan sebelumnya), ternyata sudah lima kali diperkosa ES (46).

Kasus ini baru terungkap setelah RF diperkosa untuk yang keenam kalinya.Demikian diungkapkan RF dan neneknya, YR (43), kepada wartawan seusai diperiksa di Kepolisian Resor Metro Jakarta Utara (Polrestro Jakut), Kamis (15/5) pukul 13.15.

“Cucu saya cerita, ternyata dua pekan sebelum kasus terungkap, dia sudah diperkosa lima kali. Pantas belakangan dia suka mengeluh pipisnya sakit,” tutur YR. Meski sudah diperkosa enam kali, tidak ada perubahan pada perilaku korban yang menunjukkan ia mengalami trauma. “Enggak. Nggak pernah teriak-teriak atau mimpi buruk. Jadi nakal atau berubah perilakunya,” papar YR.

Apa yang disampaikan YR dibenarkan RF dengan berulang kali menganggukkan kepala. Korban tampak tanggap dan ceria menjawab pertanyaan sejumlah wartawan di sebuah warung kaki lima di depan Polrestro Jakut. Bahkan ketika hendak diambil gambarnya oleh salah seorang wartawan televisi, ia berusaha menunjukkan wajahnya.

Tentu saja sang wartawan yang tahu kode etik pers melindungi korban, menghentikan kegiatannya merekam. RF pun diminta wajahnya membelakangi kamera.RF terungkap diperkosa ES, Sabtu (10/5) pukul 11.00, di rumah kontrakan ES, Jalan Angsana RT 01/RW 18, Kelurahan Tugu Utara, Koja, Kapung Beting, Jakut.

Massa yang marah mendengar kasus ini nyaris membakar rumah kontrakan ES. Beruntung, Polsektro Koja tanggap. ES diamankan dan diperiksa. Kini kasusnya ditangani Polrestro Jakut.
WIN
Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network