Gigitan dan garukan oleh hewan walaupun nampak kecil tapi dapat menimbulkan infeksi dan menyebarkan kuman ke bagian tubuh yang lain. Apakah itu berupa hewan peliharaan ataupun hewan yang dijinakkan, gigitan ataupun garukannya dapat membawa penyakit.
Sebagai contoh, suatu infeksi bakteri yang disebut penyakit “cat scratch” ditularkan lewat garukan anak kucing, sekalipun pada tempat garukannya tidak terlihat tanda-tanda infeksi. Perlu diingat bahwa hewan-hewan tertentu dapat menularkan rabies dan tetanus.Gigitan manusia pada kulit lebih sering menimbulkan infeksi.
Yang harus dilakukan jika anak tergigit/tergaruk hewan (juga orang gila) :
• Bila luka gigitan/garukan berdarah, lakukan penekanan pada daerah luka dengan kasa atau handuk bersih sampai darah berhenti. Jika tersedia, penolong sebaiknya menggunakan sarung tangan latex atau karet untuk mencegah pemaparan terhadap cairan tubuh dari orang lain.
• Bersihkan luka dengan sabun dan air bersih yang mengalir lebih kurang 5 menit. Jangan mengoleskan antiseptik atau apapun pada luka
• Keringkan luka dan tutup dengan kasa steril
• Hubungi dokter anak anda. Jika anak luka tergigit hewan, anak mungkin perlu antibiotik, suntikan pencegahan tetanus atau mungkin rabies. Luka gigitan atau garukan pada tangan atau wajah sangat rentan terhadap infeksi dan memerlukan evaluasi oleh dokter anak anda.
• Bila luka gigitan/garukan oleh hewan, usahakan agar mengetahui jenis hewan lalu ditangkap, dikurung dan diobservasi untuk kemungkinan rabies.
Segera bawa anak ke unit gawat darurat jika :
1. Perdarahan dari luka tidak berhenti setelah 10 menit penekanan
2. Panjang luka lebih dari 0.5 inci (1,27 cm) atau nampak dalam
3. Hewan penyerang liar atau mempunyai keanehan
4. Bagian tubuh yang terkena cukup luas.
Penulis: Rihi Here Wila

