Marah

Seorang lelaki berkata kepada Rasulullah, ”Berpesanlah kepadaku.” Lalu, Rasul bersabda, ”Jangan marah.” Beliau mengulangi perkataannya itu berkali-kali (HR Bukhari).

Ada tiga hal yang diperingatkan Allah SWT dan Rasul-Nya agar kita tidak tergelincir dalam kehinaan. Salah satunya adalah marah. Pada prinsipnya, Islam tidak melarang kita marah sebab hal itu sangat manusiawi. Dalam Islam, marah terbagi dua, tercela dan terpuji. Marah yang tercela adalah kemarahan yang lahir dari dorongan nafsu. Rasulullah melarang marah yang timbul dari nafsu sebab dapat membutakan seseorang dari kebenaran dan menjadi pemicu semua keburukan.

Rasulullah bersabda, ”Marah adalah awal segala keburukan.” (Muttafaq Alaih). Marah tidak dapat menyelesaikan masalah, bahkan dapat memperkeruh masalah. Pada kali lain, Rasulullah bersabda, ”Marah adalah api setan yang menyala, yang mencelakakan dan membongkar aib seseorang. Orang yang menahan marah ibarat memadamkan api dan yang membiarkannya berarti telah menyalakan api dengan kemarahan.”

Rasulullah mengajarkan beberapa hal agar dapat menahan kemarahan. Pertama, selalu melatih diri untuk menahan marah. ”Orang yang kuat bukan yang jago gulat, tetapi yang dapat mengendalikan dirinya ketika marah.” (HR bukhari Muslim).

Baca entri selengkapnya »

Bagaimana mengatasi kesulitan makan pada balita anda

Makanan yang mengandung gizi lengkap dan seimbang, baik segi kuantitas dan kualitas sangat dibutuhkan oleh bayi dan balita. Hal tersebut ditujukan untuk mencapai tumbuh kembang yang optimal dan memelihara daya tahan tubuh. Pada masa tersebut sering dijumpai kesulitan makan pada anak. Masalah sulit makan dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti gangguan fisik, proses perkembangan selera makan dan kemampuan makan serta gangguan psikologis.

Tips-tips cara mengatasi kesulitan makan :

  1. Berikan makan pada saat anak tidak lelah
  2. Porsi disesuaikan dengan kebutuhan anak, porsi kecil tapi sering
  3. Jadwal makan harus teratur, tetapi luwes
  4. Tunggu anak lapar
  5. Berikan dengan kasih sayang
  6. Variasikan jenis makanan yang diberikan
  7. Berikan bersama dengan makanan kesukaannya
  8. Ajak makan dengan keluarga
  9. Berikan makan sambil bermain, buat suasana menyenangkan waktu makan, jangan ada paksaan
  10. Biarkan anak belajar makan sendiri
  11. Tempatkan makanan pada wadah yang menarik
  12. Beri pujian bila anak menghabiskan porsinya
  13. Berikan sugesti bahwa makanan yang diberikan enak

Penulis: Rini Sekartini

Memaknai Usia

”Belum hilang jejak telapak kaki orang-orang yang mengantarnya ke kubur, seorang hamba (yang telah habis usianya) akan ditanya mengenai empat hal, yaitu hal usianya ke mana dihabiskannya, hal tubuhnya untuk apa digunakannya, hal ilmunya seberapa yang diamalkannya, serta hal hartanya dari mana diperolehnya dan untuk apa dibelanjakannya.” (HR Tirmidzi).

Karunia Allah yang paling berharga yang diberikan kepada manusia adalah usia. Kekayaan dan kekuatan manusia tidak berarti apa-apa jika usia sudah tiada. Menurut Ar Razi, jika hilangnya masa dipahami sebagai hilangnya modal, sedangkan modal manusia adalah usia yang dimilikinya, manusia pun selalu mengalami kerugian. Sebab, setiap saat, dari waktu ke waktu, usia yang menjadi modal utamanya terus berkurang.

Tidak diragukan lagi, jika usia itu digunakan manusia untuk bermaksiat, ia benar-benar mengalami kerugian. Bukan hanya tidak mendapatkan kompensasi apa pun dari modalnya yang hilang, namun lebih dari itu. Apa yang dilakukan dapat membahayakan dan mencelakakan dirinya. Begitu juga jika usianya dihabiskan untuk mengerjakan perkara-perkara yang mubah, ia tetap dikatakan merugi sebab usia sebagai modalnya habis tanpa meninggalkan dan menghasilkan apa pun bagi dirinya.

Baca entri selengkapnya »

Faktor Protektif Di Dalam Air Susu Ibu (1)

ASI Mempunyai Daya Pruteksi dan Mengandung Antibodi Sejak tahun 1982 literatur medis telah mendata bahwa air susu setiap jenis mamalia termasuk manusia mempunyai daya proteksi terhadap turunannya karena mengandung antibodi terhadap berbagai antigen. Penelitian Chen dkk. dengan menggunakan formulir isian kepada para ibu dengan bayi yang berusia 18 bulan membuktikan bahwa bayi yang tidak pernah mendapat ASI 2 kali lebih sering masuk rumah sakit dibandingkan dengan bayi yang mendapat ASI.

Faktor protektif di dalam ASI

Selama di dalam kandungan janin mendapat zat protektif melalui plasenta. Setelah lahir suplai ini terhenti padahal sistem imunologis neonatus belum terbentuk/berfungsi sempurna, sehingga pemberian ASI memegang peran penting untuk mencegah infeksi. Imunoglobulin utama di dalam ASI adalah IgA yang dihasilkan atas respons migrasi limfosit dari usus ibu sehingga mencerminkan antigen enterik dan respiratorik ibu; ini memberikan proteksi terhadap patogen yang ada pada ibunya karena sistem imunologis bayi masih imatur. ASI juga mengandung faktor proteksi yang bukan termasuk sistem imunologik seperti lisozim, laktoferin, oligosakarida, asam lemak yang semuanya berperan selain sebagai faktor protektif juga mengandung beberapa faktor untuk pertumbuhan serta pematangan sistem imun dan metabolik. ASI juga mengandung berbagai komponen anti-inflamasi seperti vitamin A, C, dan E, sitokin, enzim dan inhibitor enzim, prostaglandin E dan faktor pertumbuhan. Gorofalo dan Goldman (1999) juga menyatakan bahwa ASI mengandung hormon seperti insulin, tiroksin dan faktor pertumbuhan saraf. Ini semua tidak terdapat di dalam susu formula.

Baca entri selengkapnya »

Harta Abadi

Allah SWT selalu menceritakan dalam Alquran mengenai kepastian hancurnya alam dunia. Dalam pembukaan surat Attakwir [81], Al Infithaar [82], dan Al Insyiqaaq [84], digambarkan secara detail bagaimana langit yang kokoh ini kelak akan menjadi rapuh dan terkelupas.

Bintang-bintang terlepas dari porosnya, lautan dipanaskan lalu diluapkan dan menelan semua daratan, matahari dipadamkan sehingga tak ada kehidupan lagi di muka bumi. Ini menunjukkan bahwa harta yang selama ini manusia perjuangkan akan berakhir. Alam akhirat telah Allah SWT persiapkan bukan untuk sementara, melainkan untuk selama-lamanya. Tidak ada kematian lagi setelah itu.

Siapa yang selama di dunia mempersiapkan diri untuk menjadi penghuni surga dengan menaati Allah SWT dan Rasul-Nya, ia akan bahagia selamanya. Sebaliknya, siapa yang mempersiapkan diri untuk menjadi bahan bakar neraka dengan mengingkari ajaran Allah SWT dan Rasul-Nya, ia akan menderita selamanya.

Dalam Alquran, Allah SWT selalu menceritakan orang-orang yang kelak pasti akan menyesal karena selama di dunia, lalai. Mereka tidak pernah percaya bahwa kelak akan dihisab semua amal dan kekayaan mereka. Akibatnya, mereka terlena dengan kemewahan, bahkan menjadi kikir dan rakus.

Baca entri selengkapnya »

BLT Itu Mau Buat Perpanjangan Sewa Kuburan

Selasa, 20 Mei 2008 |

JAKARTA, SELASA - Dewi Fortuna tampaknya belum berpihak kepada Neni, wanita berusia hampir 60 tahun yang tinggal di RT 13 RW 03 Kelurahan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Informasi tentang adanya pembagian BLT jilid 2 sudah didengarnya. Bukan dari televisi atau radio, tapi dari para tetangganya.

Saat ditemui Kompas.com, Sabtu (20/5), Neni mengaku resah. Tahun 2006 lalu, ia tak mendapatkan BLT. Padahal, ia telah direkomendasikan sebagai salah satu yang berhak mendapatkannya. “Saya ini kurang susah apa? Suami cuma Pak Ogah (orang yang membantu mengatur lalu lintas di pemutaran jalan). Anak masih sekolah, saya cuma buruh nyuci,” keluh Neni di rumahnya yang sempit.

Rumah Neni memang telah berlantai, tak beralaskan tanah, tapi hanya terdiri dari satu kamar. Memasuki rumah Neni, bak memasuki gang sempit tak lebih dari 1,5 meter. Memanjang kira-kita 10 meter, di bagian belakang sudah dapur dan kamar mandi yang kondisinya memprihatinkan.

Penghasilan Neni per bulan mentok-mentoknya Rp 600.000, upah mencuci di tiga tempat. Tahun 2006 lalu, ia masih bisa bersabar. Berpikiran positif bahwa ia belum ditakdirkan mendapat rejeki nomplok BLT. Tahun ini, saat kabar pembagian BLT menyeruak, angan Neni langsung melambung. Sebuah angan, yang tetap menjadi angan. Sebab, pemerintah masih akan menggunakan data lama untuk pembagian BLT tahun ini.

Artinya, Neni harus memupus segala harapannya. “Saya pengen benerin TV yang rusak, udah tiga bulan. Nggak punya duit, buat anak sekolah aja duitnya. Satu lagi, saya mau perpanjang sewa kuburan anak saya. Harusnya Februari kemarin, karena nggak punya duit saya khawatir kuburannya udah dipake orang lain,” kisah Neni.

Baca entri selengkapnya »

Insya Allah

Ungkapan insya Allah bukan hal yang asing bagi umat Islam. Ucapan yang termasuk salah satu kalimat thayyibah atau kalimat baik untuk diamalkan ini, di satu sisi belum dipahami makna dan urgensinya secara benar.

Nabi Muhammad SAW pernah ditegur Allah SWT ketika terlupa mengucapkan insya Allah sewaktu berdialog dengan utusan suku Quraisy bernama An Nadhar bin Al Harits dan ‘Uqbah bin Abi Mu’ith. Mereka bertanya kepada Nabi tentang kisah Ashabul Kahfi, Zulkarnain, dan ruh. Beliau menjawab, ”Datanglah besok pagi kepadaku agar aku ceritakan kepadamu.”

Sampai batas waktu yang dijanjikan, Allah SWT belum menurunkan wahyu menanggapi tiga pertanyaan itu sehingga Nabi tak dapat menjawab. Setelah 15 hari berlalu, Allah menurunkan ayat yang menjawab seluruh pertanyaan tersebut.

Teguran Allah SWT itu diabadikan dalam QS Alkahfi [18]: 23-24. ”Dan janganlah sekali-kali engkau mengatakan terhadap sesuatu, ‘Aku pasti melakukan itu besok pagi’, kecuali (dengan mengatakan), ‘insya Allah‘. Dan ingatlah kepada Tuhanmu bila engkau lupa dan katakanlah, ‘Mudah-mudahan Tuhanku akan memberi petunjuk kepadaku, agar aku yang lebih dekat (kebenarannya) daripada ini’.”

Insya Allah yang memiliki arti ‘Jika Allah menghendaki’ seringkali disalahtempatkan dalam penggunaannya, hanya karena lantaran kita merasa sebagai orang yang berbudaya timur, yang tidak pantas untuk berkata tidak.

Baca entri selengkapnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.